model pembelajaran sorogan


Kode     : 013
Judul     : Model Pembelajaran Sorogan Dalam Meningkatkan Prestasi Belajar Santri Di Pondok Pesantren Darussalam Sumbersari Pare Kediri.
----------------------------------------------------------

BAB I

PENDAHULUAN


A.    Latar Belakang

Islam sangat menjunjung tinggi nilai pendidikan. Hal ini berarti bahwa manusia pada dasarnya adalah makhluk yang dapat didik dan harus didik. Hal ini merupakan hak yang paling fundamental dari profil dan gambaran tentang manusia.
Dengan adanya pendidikan, keberadaan manusia sebagai kholifah Allah diberi tanggung jawab untuk memelihara alam beserta isinya. Ini dapat dilaksanakan sesuai dengan aturan yang telah ditetapkan Allah.
Di dalam UUSPN Undang- Undang Sistem Pendidikan Nasional  No. 20 tahun 2003 dinyatakan sebagai berikut:
Pendidikan Nasional berfungsi untuk mengembangkan kemampuan dan membentuk watak suatu peradapan bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia,sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri dan menjadi warga negara yang demokratis serta tangung jawab1.   
1
 
Untuk membawa masyarakat terutama generasi muda agar mampu berperan sebagaimana diharapkan, maka diperlukan wadah berlangsungnya proses pendidikan, yang mana proses pendidikan berlangsung  bersamaan dengan proses pembudayan. Seorang dalam melalui proses kehidupannya dalam keluarga, ia melangsungkan perkembangan melalui bantuan orang lain, baik orang tua maupun pendidikan. Hal ini dimaksudkan agar anak mendapat pengalaman, pengetahuan, dan kemampuan berbuat sesuai dengan norma dan nilai budaya yang berlaku. Pengetahuan yang didapat lebih banyak diperoleh dari lembaga pendidikan yang membina anak menjadi manusia yang berkualitas atau mempunyai mutu pendidikan tinggi.
Untuk itu penerapan pendidikan hendaknya dilaksanakan oleh sebuah wadah yang mendukung atas belajar  mereka dengan situasi yang kondusif dan sarana yang memadai serta iklim belajar yang baik pula.
Pondok pesantren merupakan lembaga Islam tradisional yang tertua di Indonesia dan merupakan lembaga pendidikan Islam yang diterapkan umat Islam di Indonesia. Sebagai suatu lembaga pendidikan Islam, pesantren dari sudut historis cultural dapat dikatakan sebagai ‘training center’ yang otomatis menjadi ‘cultural center’ Islam yang diusahakan atau dilembagakan oleh masyarakat, setidak-tidaknya oleh masyarakat Islam sendiri yang secara defakto tidak dapat diabaikan oleh pemerintah2
Kehadiran pesantren ditengah- tengah masyarakat tidak hanya sebagai lembaga pendidikan, tetapi juga sebagai lembaga penyiaran agama dan sosial keagamaan. Dengan sifat yang lentur (flekxibel). Sejak awal kehadirannya, pesantren ternyata mampu mengadaptasikan diri dengan serta memenuhi tuntutan masyarakat.
Pesantren sebagai lembaga pendidikan Islam secara selektif bertujuan menjadikan para  santrinya sebagai manusia yang mandiri yang diharapkan dapat menjadi pemimpin umat dalam menuju keridhoan Tuhan. Oleh karena itu pesantren bertugas untuk mencetak manusia yang benar-benar ahli dalam bidang agama dan lmu pengetahuan masyarakat serta berahlak mulia. Untuk mencapai tujuan itu maka pesantren  mengajarkan kitab-kitab wajib (Kutubul Muqarrarah) sebagai buku teks yang dikenal dengan sebutan kitab kuning. Untuk mempelajari kitab kuning ini digunakan sistem metode pembelajaran tertentu.


1 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 Tentang Sistem Pendidikan Nasional (Bandung: Citra Umbara, 2003), hlm.7 
2 Hasbullah, Kapita Selekta Pendidikan Islam di Indonesia (Jakarta: Raja Grafindo Persada, 1996),hlm.40


===================================  
Anda dapat memiliki word/file aslinya
Silahkan download file aslinya setelah menghubungi admin…..
klik disini  Hanya mengganti pengetikan,  50.000,- MURAH Meriah
Anda tidak repot lagi mencari referensi.
Di jamin asli.contohmakalah
                                 M.O.U-KLIK-INI


Category Article , ,

What's on Your Mind...

Powered by Blogger.